Referensi berguna untuk menjelaskan suasana dan detail yang disukai, tetapi tidak perlu disalin menjadi logo usaha lain. Pecah referensi menjadi unsur: susunan, warna, pencahayaan, atau kesan material. Ini membantu desainer memahami tujuan tanpa mencampurkan identitas pelanggan dengan karya merek lain.
Tiga langkah untuk memulai
- 01
Pilih
kumpulkan beberapa contoh yang masing-masing menjelaskan satu unsur yang disukai.
- 02
Anotasi
beri catatan seperti 'suka jarak hurufnya' atau 'suka cahaya di belakang', bukan hanya 'buat sama'.
- 03
Adaptasi
gunakan teks, simbol, dan batas bidang milik usaha sendiri untuk membuat komposisi baru.
CONTOH ILUSTRATIF
Begini penerapannya
Pemilik salon menyukai halo hangat sebuah hotel, tetapi tidak ingin jenis huruf hotel tersebut. Catatan yang spesifik membuat diskusi berfokus pada efek cahaya, bukan meniru keseluruhan identitasnya.
Hasil yang perlu Anda bawa
Kirim referensi beranotasi dan logo yang Anda berhak gunakan. Minta contoh tersebut diterjemahkan sesuai lokasi, bukan direplikasi tanpa evaluasi.
Catat kebutuhan Anda tentang topik ini
Rujukan & batas penerapan
Prinsip keterbacaan, penempatan, dan pencahayaan; bukan standar ukuran universal atau aturan reklame Indonesia.
Rujukan mendukung konsep terkait; langkah pemesanan dan skenario ditulis sebagai panduan editorial. Merek rujukan bukan klaim bahan yang selalu dipakai, kerja sama, atau sertifikasi 3DKan.
